Keyword

Perbedaan Short Tail dan Long Tail Keyword – menentukan keyword yang sesuai dengan website kamu merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Karena, hal tersebut berpengaruh terhadap optimasi webite terhadap SERP sehingga website kamu mudah ditemukan di mesin pencari.

Keyword (kata-kunci) itu sendiri adalah sekumpulan kata yang membetuk kalimat dan frase yang biasanya dijadikan sebagai acuan topik utama pada sebuah website. Pemilihan keyword yang tepat akan membuat website kamu disukai oleh mesin pencari. Tentu saja, semakin kaya artikel kamu dengan keyword berkualitas, maka semakin mudah pula website kamu mendapatkan peringkat yang lebih tinggi dimesin pencari.

Dalam dunia SEO (Search Engine Optimization), keyword dibagi menjadi dua jenis, yaitu Short Tail Keyword dan Long Tail Keyword. Kamu perlu mengetahui kedua jenis keyword tersebut agar website kamu memiliki keyword dengan target sesuai dengan topik konten/artikel. Untuk mengetahui keyword yang berkualitas, kamu dapat menggunakan berbagai tools gratis SEO yang memberikan informasi matriks atau bobot keyword di berbagai mesin pencari.

Perbedaan Short Tail Keyword dan Long Tail Keyword

Kedua jenis keyword memiliki fungsi masing-masing dihadapan mesin pencari. Sehingga kamu dapat menggunakannya sesuai kebutuhan. Lalu apa saja perbedaan keduanya?

#1. Short Tail Keyword

Short Tail keyword

Short tail keyword adalah tipe keword yang sebenarnya paling banyak dipakai saat ini. Biasanya, short tail keyword memiliki maksimal kata sebanyak tiga buah atau kurang. Search volume keyword jenis ini memiliki jumlah yang sangat tinggi, artinya banyak orang yang mencari informasi dengan short tails keyword.

Kamu dapat menggunakan keyword jenis ini meskipun dari segi kompetisi (persaingan) terhitung lebih sulit. Sehingga kamu harus mampu memaksimalkan kualitas konten yang dibuat.

Baca juga :  Apa Itu Firebase? Berikut Fitur-fiturnya Yang Perlu Kamu Ketahui

Menempatkan short tail keyword dengan tepat pada konten artikel kamu dapat memiliki peluang tampil lebih besar. Contoh dari keyword jenis ini yaitu “pengertian demokrasi”, “rendang”, “kelebihan komputer“, dan lain sebagainya.

Apabila kamu merupakan orang yang baru memulai optimasi website menggunakan SEO, sebaiknya menggunakan long tail keyword, karena kemungkinan besar website baru akan lebih sulit melawan persaingan situs lain yang sudah besar, dimana sudah memiliki page authority yang tinggi.

#2. Long Tail Keyword

Long Tail Keyword

Long Tail Keyword adalah keyword yang dapat menyempurnakan short tail keyword dengan cara menambahkan beberapa kata kunci yang berkaitan. Banyak yang mengatakan keyword jenis ini merupakan kebalikan dari short tail keyword yang memiliki susunan kata lebih dari tiga buah.

Long Tail Keyword lebih ditargetkan pada keyword yang lebih rinci atau masuk ke inti dari konten. Keyword jenis ini memiliki kompetisi search engine yang lebih rendah serta memiliki conversion rate yang lebih tinggi dibanding short tail.

Apa itu conversion rate?

Conversion Rate adalah persentase jumlah pengunjung yang melakukan satu aktivitas tertentu dari keseluruhan jumlah pengunjung di sebuah website. Tingkat conversion rate yang tinggi adalah salah satu indikasi dari strategi pemasaran dan desain website yang sukses.

Ketika kamu menggunakan keyword jenis ini, kemungkingan sedikit orang akan menemukan website kamu, karena long tail keyword memiliki search volume yang rendah. Hal ini lah yang membuat banyak orang memilih menggunakan short tail dibanding long tail. Contoh dari keyword long tail seperti “cara membuat bubur dengan mudah”, “tips memperbaiki laptop yang bluescreen”, dan lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Caraguna

Gudang Teknologi Informasi

Saturday, Nov 27, 2021