power supply

Power Supply: Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Komponennya – setiap teknologi elektronik pasti membutuhkan aliran listrik agar dapat dijalankan. Nah, pada artikel ini kita akan mebahas Power Supply (catu daya) yang biasa digunakan komputer untuk supplai daya atau pemasok listrik.

Biasanya, power supply akan kamu temukan di casing komputer dengan bentuk kotak balok. Power Supply yang terkadang disebut dengan Electric Power Converter ini juga terdapat kipas yang berguna untuk mendinginkan dari udara panas yang terdapat pada casing komputer. Agar kamu dapat mengetahui lebih detail tentang Power Supply, baca terus artikel ini sampai tuntas ya.

foto power supply

Pengertian Power Supply

Power Supply adalah sebuah hardware dalam perangkat komputer yang memberikan suplai daya listrik. Meskipun power supply ini merupakan pemasok listrik, ia tetap membutuhkan energi listrik kemudian mengubah dan meneruskannya ke perangkat lainnya.

Power supply mengubah daya 120V ke dalam bentuk aliran dengan daya yang sesuai dengan kebutuhan perangkat lain. Artinya, Power supply mengubah arus AC menjadi arus DC yang kemudian diubah menjadi daya atau energi yang dibutuhkan komponen-komponen komputer seperti motherboard, CD room, hardisk, dan komponen lainnya.

Selain itu, pada bagian power supply terdapat port male tipe IEC 60320 C14 yang berfungsi sebagai penghubung (connector) antara sumber daya dan energi listrik.

Bagaimana cara kerja power supply?

Ketika kamu menyalakan perangkat komputer, maka power supply akan melakukan pengecekan dan pengujian sebelum menjalankan sistem komputer. Apabila pengujian bekerja dengan baik, maka power supply akan mengirimkan sinyal ke motherboard bahwasanya sistem komputer siap dioperasikan.

Power supply akan membagi daya sesuai dengan kapasitas yang dibutuhkan masing-masing komponen didalam komputer. Selain mendistribusikan energi listrik ke setiap komponen komputer, power supply juga menjaga kestabilan arus listrik pada komponen tersebut.

Baca juga :  Pengertian API (Application Programming Interface), Fungsi, dan Alasan Mengapa Harus Pakai API

Fungsi power supply

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, power supply memiliki fungsi utama mengubah arus listrik bolak-balik (AC) menjadi arus searah (DC). Dalam bahasa indonesia, power supply berarti sumber daya yang artinya memberikan daya dengan mengalirkan arus listri ke berbagai komponen atau perangkat keras (hardware) yang terdapat pada komputer.

Apabila power supply tidak berfungsi dengan baik, maka dapat menyebabkan tegangan DC tidak stabil. Hal ini mengakibatkan kerusakan komponen lainnya seperti hardisk, motherboard, dan komponen penting lainya. Kerusakan pada power supply akan memberikan dampak yang fatal untuk kesehatan komputer kamu. Sehingga power supply sering dianggap juga sebagai otak komputer layaknya CPU.

Jenis-jenis power supply

Setelah kamu mengetahui apa itu power supply, dan apa saja fungsi dan cara kerja power supply, kamu juga wajib mengetahui jenis-jenis dari power supply.

Berikut jenis-jenis dari power supply yang di bedakan berdasarkan fungsi dan kegunaannya.

  • Regulated power supply, menjaga kestabilan pada tegangan arus listrik. Meskipun terdapat perubahan variasi pada beban maupun sumber listrik sekalipun.
  • Unregulated power supply, merupakan power supply yang tegangan atau arus listriknya dapat berubah ketika terjadi perubahan pada beban maupun sumber listriknya.
  • Adjustable power supply, merupakan power supply yang arus dan tegangannya dapat diubah dan diatur sesuai dengan kebutuhan. Cara mengubah arus dan tegangan pada power supply jenis ini adalah dengan mnggunakan knob mekanik.

Sedangkan, secara umum terdapat dua jenis power supply berdasarkan yang dilihat berdasarkan modelnya, yang mana masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Kedua power supply tersebut antara lain:

1. Power Supply AT

Power supply AT merupakan power supply jenis pertama yang sering dipakai untuk model komputer atau PC jaman dahulu. Biasanya PSU ini terdapat pada komputer Pentium II dan III buatan tahun 1997.

Namun, power supply jenis ini sudah tidak digunakan lagi. Berikut ciri-ciri dari power supply AT :

  • Memiliki daya dibwah 250 Watt
  • Tombol power (on/off) manual
  • Terminal output berjumlah 8-12 yang terhubung ke motherboard
  • Memiliki 2 konektor power P8 dan P9 yang terhubung ke motherboard dengan kabel berwarna hitam
Baca juga :  Pilih Mana Windows, MAC, Linux? Gausah Bingung, Yuk Cek Perbedaannya!

2. Power Supply ATX

Power Supply ATX merupakan jenis terbaru dari power supply sebelumnya yang memiliki kemampuan lebih efisien dalam mengolah arus listrik yang masuk dengan desain yang lebih baik.

Power supply ATX sering dipakai pada komputer keluaran terbaru yang penggunaannya cukup praktis karena sudah mendukung sistem operasional melalui perangkat lunak (software).

Bahkan, pengguna dapat menghidupkan dan mematikan komputer tanpa perlu menekan tombol power pada PSU lagi. Berikut beberapa ciri-ciri yang dimiliki oleh power supply ATX :

  • Membutuhkan daya yang lebih besar
  • Tombol power (on/off) sudah terintegrasi ke sistem, jadi ketika komputer shutdown, maka PSU juga ikut mati.
  • Terminal output berjumlah 20-24 yang terhubung ke motherboard
  • terdapat konektor tambahan Power SATA

Komponen dari power supply

Power supply memiliki beberapa komponen penting didalamnya yang memiliki peran dalam proses perubahan arus AC menjadi arus DC. Sehingga power supply dapat menjalankan tugasnya yaitu mengalirkan aliran listrik sebagai sumber daya untuk komponen-komponen komputer lainnya. Apa saja komponen-komponen tersebut?

  • Transformator, merupakan komponen yang digunakan untuk memindahkan tegangan listrik antar dua rangkaian listrik atau lebih melalui induksi elektromagnetik.
  • Dioda, merupakan gabungan dari dua kata elektroda, yaitu anoda dan katoda. Sifat dari dioda yaitu menghantarkan arus pada tegangan maju dan menghambat arus pada aliran tegangan balik.
  • Kapasitor, berfungsi sebagai penyempurna penyerahan dari tegangan arus AC ke tegangn arus DC.
  • Resistor, perangkat yang membantu power supply dalam menurunkan tegangan, membagi tegangan, dan membatasi arus listrik yang masuk, sehingga akan dapat mengontrol perangkat-perangkat kerasyang ada pada motherboard.
  • IC Regulator, berfungsi untuk mengatur tegangan pada rangkaian elektronika agar selalu tetap stabil.
  • LED, merupakan komponen sejenis diode semi konduktor yang memiliki keistimewaan.

Bagaimana cara memilih Power Supply yang baik untuk komputer kita?

Ketika kamu sedang merakit PC, tentunya kamu ingin membangun komputer dengan spek yang berkualitas dengan harga yang relatif murah, benar bukan? Nah untuk itu, kamu harus mpandai-pandai dalam memilih power supply unit. Berikut tips-tips dalam memilih power supply yang baik, diantaranya :

1. Pilih power supply yang punya input fullrange (100-230v)

Power supply model ini akan sangat berguna terutama dalam lingkungan yang memiliki tegangan listrik (voltase) dari PLN yang sering mengalami naik-turun. Jadi, meskipun demikian dengan menggunakan power supply jenis ini, kinerja PC akan tetap stabil. Sehingga PC menjadi tidak gampang restart atau hang.

Baca juga :  Pengertian Tipe Data List dan Map Dalam Bahasa Pemrograman Dart

2. Pilih power supply yang mempunyai Active PFC (Power Factor Correction)

Active PFC merupakan power supply yang menggunakan circuit untuk mengatur factor daya (power factor) dan memiliki efektivitas hingga 95%. Biasanya power supply yang mempunyai Active PFC memiliki full range input (100-230v).

3. Memiliki Pure Power (daya murni)

Misalnya, 500W Pure Power bisa jadi max powernya hanya 600W. Apabila 500W max power bisa jadi pure powernya cuma 360W. Hal ini tergantung pabrikan yang memproduksi power supply. Dengan spesifikasi pure power, kamu dapat mengira-ngira kebutuhan hardware yang akan dipasang pada PC secara tepat.

4. Full protect (perlindungan penuh)

Pilih power supply yang memiliki full protect (perlindungan penuh). proteksi power supply ada bermacam-macam, diantaranya: Over-current Protection (proteksi saat arus berlebih), Over-voltage Protection (proteksi tegangan berlebih, dan Short-circuit Protection (proteksi terhadap arus pendek). Jika terjadi arus atau tegangan maka power supply akan standby secara otomatis sehingga hardware maupun power supply itu sendiri akan terhindar dari kerusakan.

5. Pilih power supply yang memiliki efisiensi besar

Semakin besar efisiensi, berarti semakin sedikit daya yang terbuang sia-sia sehingga dapat lehih irit listrik.

Penutup

Power supply merupakan komponen yang sangat penting dalam komputer. Power supply berperan sebagai pengubah sumber arus AC menjadi arus DC sehingga dapat digunakan dan di distribusikan pada semua komponen lain pada komputer. Sekian yang dapat caraguna share pada artikel kali ini, apabila ada yang ingin ditanyakan atau disampaikan, silahkan komen pada kolom komentar dibawah, terimakasih.

Apakah Artikel Diatas Bermanfaat?

Kasih rating dong kak 😀

Average rating 5 / 5. Jumlah vote: 1

Masih belum ada yang rate nih!

2 thoughts on “Power Supply : Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Komponennya”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Caraguna

Gudang Teknologi Informasi

Saturday, Sep 25, 2021