Flow diagram

Berbicara tentang desain dan perancangan sistem, tentunya anda akan mengolah dan memodelkan aliran data sehingga diharapkan sistem yang dihasilkan dapat berjalan dengan baik. Salah satu cara memodelkan sistem, banyak developer maupun programmer menggunakan diagram alur data (data flow diagram) untuk menggambarkan sistem yang akan dibuat.

Pengembangan sistem secara terstruktur dapat digambarkan menggunakan DFD, sedangkan untuk yang berorientasi objek menggunakan UML (Unified Modeling Language). Dimana keduanya hingga saat ini masih banyak dipelajari dan digunakan.

Nah, pada artikel kali ini kita akan membahas tentang apasih itu definisi dari DFD? apa saja jenis dan bentuk nya? untuk mengetahui lebih detail, yuk baca terus artikel dibawah ini sampai tuntas.

Pengertian DFD

Data flow diagram (DFD) adalah penggambaran sistem sebagai jaringan kerja antar fungsi yang berhubungan satu dengan yang lain dengan aliran (flow) dan penyimpanan data. DFD memberikan tampilan secara visual tentang aliran data dan informasi tentang suatu sistem, dimana menggambarkan siapa saja yang terlibat pada sistem tersebut dari awal sampai akhir.

Menurut wikipedia, DFD atau diagram alir data adalah suatu diagram yang menggambarkan aliran data dari sebuah proses atau sistem informasi dimana menyediakan informasi mengenai input dan output dari setiap entitas dan proses itu sendiri.

DFD pertama kali digunakan dan dipopulerkan oleh Larry constantine dan Ed yourdon dalam structure analys dan design technique. Simbol atau notasi DFD sendiri memiliki acuan pada teori grafik yang awalnya digunakan untuk penelitian operasional dalam pemodelan alur kerja suatu organisasi.

Baca juga :  10 Kelebihan Framework Django yang Harus Kamu Ketahui

Jenis-jenis Data flow diagram (DFD)

Berikut ini adalah beberapa jenis dari data flow diagram yang masing-masing memiliki perbedaan namun saling terhubung. Jenis DFD terdiri dari tiga macam berdasarkan tingkatan levelnya yaitu DFD level 0 (context diagram), DFD level 1, dan DFD level 2.

1. DFD Level 0 (context diagram)

DFD Level 0 atau lebih sering disebut dengan diagram konteks adalah suatu diagram yang terdiri dari sebuah metode yang dapat menjelaskan lingkup sistem secara umum. Context diagram merupakan bagian dari Data Flow Diagram yang digunakan untuk menetapkan konteks serta batasan-batasan sistem dalam sebuah pemodelan.

Selain itu, Context diagram juga berhubungan dengan entitas-entitas diluar sistem itu sendiri seperti kelompok organisasi, penyimpanan eksternal data lain.

Contoh diagram konteks :

context diagram

Diagram level 0 ini menjadi penetu utama dalam sebuah sistem yang dimodelkan dalam DFD. Namun untuk membangun suatu sistem DFD masih dibutuhkan 2 level lanjutan yaitu level 1 yang bertujuan memecah sistem menjadi lebih kecil serta level 2 bertujuan untuk membuat rincian dari sistem yang akan dibuat.

2. DFD Level 1

DFD Level 1 adalah diagram lanjutan dari context diagram atau DFD level 0, dimana proses yang ada didalam sistem lebih rinci dan lengkap karena proses utama yang dipecah menjadi beberapa sub proses dengan fungsi masing-masing.

Contoh DFD level 1 :

DFD level 1 sistem informasi perpustakaan

Context diagram hanya menggambarkan sistem secara umum serta hanya menjelaskan aliran data dari input sampai output. Namun DFD Level 1 menggambarkan aliran data yang lebih kompleks pada setiap prosesnya yang kemudian terbentuklah datastore dan aliran data.

Aliran data adalah perpindahan data yang dilakukan dari satu titik menuju titik yang lainnya. Selain itu, DFD level 1 ini menggambarkan sistem secara sebagian atau seluruhnya secara mendetail.

Baca juga :  Mengenal Redux, Belajar Manajemen State dan Kelebihannya

3. DFD Level 2

Jenis level DFD yang terakhir adalah DFD Level 2, yaitu diagram aliran data yang merupakan rincian proses dari DFD level 1 yang bertugas untuk menguraikan apa saja proses-proses yang ada dalam lingkup sistem.

Contoh dfd level 2 :

Contoh dfd level 2

Setiap Bubble proses pada DFD level 1 dapat dimodelkan secara lebih terperinci menjadi sebuah DFD lagi. Bahkan apabila diperlukan, setiap bubble proses pada DFD level 2 dapat diperinci juga menjadi level 3, begitu juga seterusnya. Perincian DFD dapat berhenti sampai proses yang ada bersifat atomik atau sudah cukup mendetail dan sudah tidak dapat dipecah lagi.

Bentuk Data Flow Diagram (DFD)

Berikut ini adalah beberapa bentuk Data flow diagram yang digunakan untuk menggambarkan sistem yaitu Diagram Alur Data Fisik (DADF) dan Diagram Alur Data Logika (DADL). DADF lebih menekankan pada bagaimana proses dari sistem diterapkan, sedangkan DADL lebih menekankan pada proses-proses apa yang terdapat di sistem.

A. Diagram Alur Data Fisik

Diagram Alur Data Fisik (DADF) adalah diagram yang lebih tepat digunakan untuk menggambarkan sistem yang ada (sistem yang lama). Penekanan dari DADF adalah bagaimana proses-proses dari sistem diterapkan (dengan cara apa, oleh siapa dan dimana), termasuk proses-proses manual.

Diagram alur data fisik

B. Diagram Alur Data Logika

Diagram Alur Data Logika (DADL) adalah diagram yang lebih tepat digunakan untuk menggambarkan sistem yang akan diusulkan (sistem yang baru). Untuk sistem komputerisasi, penggambaran DADL hanya menunjukkan kebutuhan proses dari system yang diusulkan secara logika, biasanya proses-proses yang digambarkan hanya merupakan proses-proses secara komputer saja.

Diagram alur data logika

Penutup

Demikianlah penjelasan lengkap mengenai apa itu data flow diagram yang merupakan bagian dari desain sistem, pemodelan sistem atau perancangan sistem. Kekompleksan sistem informasi yang anda buat berpengaruh terhadap tingkat level pada dfd, semakin kompleks sistem anda semakin tinggi level dfd yang dihasilkan. Cukup sekian, jika temen-temen ada pertanyaan atau ada yang ingin disampaikan, silahkan komen pada kolom komentar dibawah.

Baca juga :  Mengenal Pengertian Cassandra Database NoSQL dan Kelebihannya

Apakah Artikel Diatas Bermanfaat?

Kasih rating dong kak 😀

Average rating 3.9 / 5. Jumlah vote: 16

Masih belum ada yang rate nih!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Caraguna

Gudang Teknologi Informasi

Friday, Sep 24, 2021