firebase

Firebase Cloud Messaging – biasanya setelah kamu melakukan pembayaran belanjaan online, kamu akan mendapatkan notifikasi yang muncul di layar smartphone yang menandakan proses pembayaran yang kamu lakukan telah berhasil. Pengiriman notifikasi tersebut tidak terjadi begitu saja, melainkan menggunakan teknologi cloud messaging yang dapat mengirimkan broadcast message ke berbagai device yang tersambung.

Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas salah satu cloud messaging yang disediakan secara gratis oleh google yaitu FCM (Firebase Cloud Messaging). Firebase adalah suatu layanan dari google untuk memberikan kemudahan bagi para developer aplikasi dalam mengembangkan aplikasinya termasuk dalam hal cloud messaging.

Apa itu FCM?

FCM (Firebase Cloud Messaging) merupakan sebuah cross-platform messaging yang memungkinkan kita untuk mengirimkan pesan tanpa biaya. Kamu dapat mengirimkan pesan berupa key-value data dan juga gambar.

Dalam smartphone, penggunaan FCM biasa disebut sebagai push notification. Apabila sebuah aplikasi melakukan pull setiap sekian detik untuk mengecek notifikasi aplikasi, maka hal ini akan membuat aplikasi menjadi boros daya. Server yang melayani akan down jika dilakukan oleh banyak perangkat dalam waktu yang bersamaan, dan akan ada delay untu kmendapatkan notifikasi sehingga tidak realtime.

Nah, Firebase Cloud Messaging sangat bermanfaat untuk sebuah aplikasi yang membutuhkan push notification. Selain gratis, FCM juga hemat daya dan penggunaannya pun cukup mudah, karena tidak seperti menggunakan raw socket yang cepat menghabiskan daya dan jauh lebih rumit.

Pesan notifikasi pada FCM terintegrasi sepenuhnya dengan Google Analytics for Firebase. Sehingga kamu memiliki akses pada interaksi dan tracking konversi secara detail. Kamu dapat memantau suatu efektivitas dari satu dashboard tanpa perlu coding atau membuat program sendiri.

Baca juga :  Membuat Kode Otomatis di PHP Mysqli dengan Mudah!

Bagaimana Cara Membuat Push Notification Menggunakan Firebase Cloud Messaging?

Mari kita terapkan bagaimana cara membuat push notifikasi dengan memanfaatkan fitur Firebase Cloud Messaging yang akan kita install pada Flutter, yaitu sebuah framework SDK untuk membuat sebuah aplikasi mobile yang bersifat hybrid, yang bisa digunakan di berbagai sistem operasi smartphone.

1. Bikin Projek Baru

Buka halaman firebase.google.com, jika kamu belum memiliki akun silahkan daftar terlebih dahulu. Kamu juga bisa login menggunakan akun google secara langsung. Jika sudah silahkan bikin projek baru, beri nama projek sesaui keinginan.

2. Google Analytics

Kamu dapat menganalisa pesan notifikasi yang akan kamu kirimkan ke pengguna. Nyalakan saja switch untuk mengaktifkan google analytic. Fitur ini dapat kamu gunakan secara gratis.

Setelah itu, firebase akan mempersiapkan segalanya untuk mu, tunggu proses pembuatan akunmu selesai dalam hitungan detik.

3. Persiapan Push Notifikasi

Ketika proses pembuatan akun kamu berhasil, kamu akan diarahkan pada halaman dashboard firebase. Untuk memulai menambahkan firebase ke aplikasi kamu, silahkan pilih platform yang ingin di implementasikan. Pada contoh kali ini, kita akan menerapkan pada aplikasi android. Jadi pilih yang bagian icon android.

Daftarkan nama package aplikasi kamu, tambahkan file package.json pada folder projek android, masukan beberapa konfigurasi yang dibutuhkan sesuai dengan apa yang tertera pada setiap langkah.

4. Kirim Notifikasi

Jika proses pembuatan projek kamu berhasil, seharusnya nama projek kamu muncul di halaman dashboard firebase. Selanjutnya, untuk memulai mengirimkan pesan notifikasi, kamu dapat masuk pada menu firebase cloud messaging pada sidebar sebelah kiri.

Masukkan judul dan isi dari pesan notifikasi yang ingin kamu kirimkan. Klik tombol next, lalu pilih device yang ingin dikirimkan pesan. Pilih review untuk mengirimkan pesan notifikasi.

Baca juga :  Apa Itu TypeScript? Kelebihan TypeScript, dan Perbedaannya dengan Javascript

Eiits, sebelum kamu mengirimkan pesan, kamu harus memiliki aplikasi android terlebih dahulu. Serta melakukan berbagai konfigurasi pada aplikasi android yang akan dibuild dengan framework flutter.

Untuk proses lebih lengkapnya, kamu dapat menonton video yang disertakan dibawah ini. Karena, kalau dijelaskan disini secara langsung, pastinya akan sangat panjang.

Apakah Artikel Diatas Bermanfaat?

Kasih rating dong kak 😀

Average rating / 5. Jumlah vote:

Masih belum ada yang rate nih!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Caraguna

Gudang Teknologi Informasi

Friday, Oct 22, 2021